Memindahkan semua memori kamera yang sudah full ke laptop. Muka cerah karena mau liburan.
Suddenly,
I got message, "Mba, coba cek penerbangan, flight ke Bali di tutup"
Dag dig dug. Dag dig dug.
Saat itu, kota tercintaku sedang dilanda bencana. Gunung Agung sedang berkabut.
Super nekat liburan di tengah keadaan seperti itu. Tapi tidak pernah menjadi kendala untuk mengunjungi kota tercintaku itu.
Memastikan berita benar, ketika benar, hati, pikiran terdiam sesaat. Semua kerumunan bertanya harus apa. Saya menenangkan diri dengan hon. What should we do, darling?
Reschedule saja, katanya.
Tapi kok hati ini tidak yakin, kalau besok masih ditutup juga. Semua hotel dan yang sudah dipesan disana, gimana dong. Bisa ke Surabaya naik bus untuk lanjut Bali, atau apa ya...
Mendengar percakapan orang, "Kok bali ditutup ya, padahal lombok sudah dibuka."
Dengan sigap, buka hp, buka aplikasi favorit yang selalu saya andalkan. Traveloka
Jakarta-Lombok.
Sudah ga bisa mikirin gimana tiket ke Bali itu, langsung booking tiket Jakarta-Lombok,
yang 3 jam lagi berangkat. Cengkareng pula!
Dengan komunikasi persuasif hon, hon pun setuju. Dia langsung sibuk, "Lombok-Bali" di Google.
Terjang macet 1.5 jam Halim-Cengkareng. Check in and etc. Its done!
Sekarang yang dipikirin, Gimana dari Lomboknya.
Lucky me, menikmati ketidaknikmatan tersebut dengan someone who I love the most. Jadi everything was fine.
Dengan was-was terbang Jakarta-Lombok 2 jam. Sampai lombok, ke pusat informasi.Nanya segala hal yang we have to know..
"Buyl, kita mau menikmati Lombok dulu apa mau langsung aja?"
Of course I said "Langsung sayang, aku sudah kangen Bali."
Naik transportasi yang ada di bandara, and okay mereka langsung matok harga dengan harga yang selangit, untuk mencapai pelabuhan.
Menikmati kota Lombok 45 menit melalui mobil.
.
Membeli tiket untuk naik kapal "yang super ga jelas jadwalnya"
About 20k untuk harganya, per person. Agak lupa hehe
.
Bertemu sepasang mba-mas yang ternyata mengalami hal yang sama tetapi nekat juga. Ternyata lagi honey moon. Jadi selama di kapal punya teman baru. Hehe
.
And.............. Yeah, Bali... Oh well, jam 01.00 Pagi.
Ga ada taksi/grab. Matilah kita.
Adanya angkutan yang kasih harga selangit untuk ke Ubud.Setelah 1 jam kehilangan akal.
Kita coba telfon hotel kita di Ubud untuk menjemput di pelabuhan, Akhirnya jam 03.00,
kita naik mobil juga untuk ke hotel.
Udah ga sanggup leye-leye. Buka koper, langsung tidur.
Oiya, we stayed at Alam Sembuwuk Hotel, Ubud. Of course we booked via Traveloka.
Morning, Ini hadiah perjuangan kita untuk menuju Bali. Ketenangan yang hakiki. Bangun-bangun buka jendela, ta-daaaaaaaaaaaa............. Alhamdulillah...
Indahnya kalau duduk di luar. Kita udah beberapa kali menginap di Ubud, tapi dengan harga yang super terjangkau, hotel ini cukup membuat kita terkejut. Indah.
.
Karena rencana ada yang berubah sedikit, harusnya sampai di bandara bali kita ambil kendaraan, di anter sama akang langganan kita di Bali.. Jadi, kita mencari cara ke arah Bandara.
.
Inget kan, aku di atas bilang, kalau Gunung Agung lagi mengeluarkan asap yang super ngebul dan banyak yang mengungsi. Tiba-tiba kita lagi belanja untuk selama kita di bali, Grand Lucky Bali.
Lagi-lagi selalu zona nyaman yang kita kunjungi.
"Hon, kan banyak yang ngungsi, mau ga kita kasih makanan, takut ada yang kekurangan"
dengan sigap, "Of course!" He said.
Then saat itu kami hanya membeli segala makanan instan saja. Tapi aku sambil snapgram, sampai akhirnya banyak yang mau nitip untuk Bali.
Wah sampai terharu banget kami. Senang bercampur air mata. Akhirnya kami mencari dulu tempat pengungsian tersebut, kemudian mencari tahu apa yang mereka butuhkan. Baru deh, kita membeli semuanya.
.
Bali kali ini lebih special dari Bali-Bali sebelumnya. Ke tempat yang semua baru. Dari mulai perjalanan ke Bali nya aja udah perjuangan. Kami 3 kali pindah hotel karena pindah-pindah daerah. went to hidden beach. Healthy cafe. Ayam bakar favorit di Ubud. Semua membuat kami semakin jatuh cinta. Jatuh sejatuh-jatuhnya.
.
Kami bahagia bisa menolong orang yang telah menjaga kota yang membuat kami jatuh cinta.
.
Keep follow us ya untuk cerita selanjutnya dan review-review hotel selannjutnya.
Love, us
0 komentar:
Posting Komentar