Bukan, rumah aku di Jakarta.. Tapi ntah setiap kami lagi di Yogya biasanya ujung-ujungnya ke Bali atau kami dari Bali ujung-ujungnya rearrange flight jadi ke Yogya bukan ke Jakarta. Haha
Setelah 10 hari kami di Bali, Ga mau liburannya cepat selesai. Berdasarkan keisengan yang hakiki, lihat Traveloka, flight ke Yogya dari Bali.
Haha, aku tahu kalau bilang hon, pasti dia mikir 1000 kali.. Jadi diem-diem aja hehe
Say good bye to Daun Bali Seminyak.
That was so hard, too say good bye to lovable hotel.
Kala itu, langit sangat biru dan bersahabat untuk melakukan perjalanan di awan. Sudah menyiapkan untuk kendaraan selama di Yogya, motor tentunya. Biasanya kalau sewa motor kami suka coba-coba, bisa motor trail ataupun yang lainnya. Aji mumpung, karena kalau di Jakarta selalu naik mobil kesayangan dan ga bisa coba-coba. Di Yogya, kami ada beberapa langganan untuk menyewa motor, nanti dibawah kami kasih infonya ya.
Sampai di Yogya sudah langit sore, kami langsung bergegas ke tempat penginapan kami, lagi-lagi di Yellow Star Ambarukmo.
Kami selalu menyesuaikan, kalau mau liburan lama, yaudah di hotel yang ga mewah. Tapi kalau liburan sebentar, kami juga nyari hotel yang super nyaman dan makannya di tempat-tempat rekomendasi. Tapi kali ini aku akan kasih beberapa tempat makan yang rekomen banget dengan low-budget. So keep read it ya :)
Memikirkan makan malam, kami berdua langsung tahu, harus kemana kita. Warung Klangenan! Alamatnya nanti pasti aku tulis di bawah ya. Ini tempat angkringan, tapi beda dengan angkringan yang ada di Malioboro yang tiba-tiba kasih harga selangit atau ga worth it. Ini super murah, dengan rasa yang enak, tempat yang bagus, dan kalian bisa hangatkan makanan kalian sendiri.
![]() |
| Makanan yang tersaji di Warung Klangenan |
Bangun siang itu paling enak karena rutinitas di Jakarta selalu bangun super pagi. It means 4 am! Bergegas untuk sarapan dulu, tapi yang kurang dari hotel bintang 3 itu is breakfast! Tapi ya you have to adjust aja. Gausah protes, kalau mau mewah ya nginap lah di bintang 4.
Dari pagi menjelang siang, kami sudah menetapkan tujuan dari hari hari sebelumnya kalau penasaran sama Dlingo. Biasanya kita ke pantai Gunung Kidul, coba pantai-pantai nya. Tapi kali ini beda. Perjalanan 1.5 jam dari kota Yogya, kurang lebih naik motor ya.
Nanya kanan kiri, how helpful the people around there. I just got it, kenapa Hon selalu mengajarkan aku untuk selalu baik dan ramah kepada orang. Supaya orang-orang pun ramah ke kita.
Finally, we arrived at Dlingo! Wuhuuuuu
Kita langsung duduk di salah satu tumpukan bambu, sambil memandang langit. Tanpa tersadar 1 jam telah berlalu. Haha langsung cari spot untuk foto-foto. Alhamdulillah hari itu bukan hari libur jadi kami hanya bergantian dengan beberapa orang.
Setiap liburan berdua, kami susah banget untuk foto bagus berdua, udah beli beberapa macam peralatan kamera pun masih gagal terus karena kami cuman beli tapi ga bisa foto Hahaha.
Sampai kita menggunakan pohon untuk membantu kami, check it out
| Ini kamera kami gantung di pohon |
Memang benar, hasil foto perempuan, ada lelaki hebat dan sabar diomelin dibalik itu. Hon kurang ini kurang itu. Ih kok kamu ga bilang rambut aku gitu. Ih aku keliatan gemuk. Hahaha Terimakasih hon.
Sampai akhirnya kami bertemu dengan sepasang kekasih dan minta tolong fotoin.
And yeah, hari sudah mulai gelap, takut pulang ga ada lampu. Jadi ga berani lihat sunset disini, padahal katanya bagus. Ya secara ini pasangan penakut. Jadi kami pulang dan jalan-jalan di Kota Yogyakartanya saja dengan backsound Yogyakarta - Kla Project.
Jadi yang mau ke Dlingo, banyak tempat untuk berhenti dan berfoto-foto tapi saat itu kami hanya berhenti di Bukit Lintang Sewu.
Di post- an kali ini aku lebih banyak kasih tau makanan dibanding tempat wisata di Yogya ya. Malam hari kami hanya puter-puter Malioboro dan alun alun saja.
Hari selanjutnya kami mencoba jalan-jalan ke Taman Sari. Kami sudah pernah sebelumnya, tapi pengen coba foto di depan kolam airnya itu, ternyata sudah di tutup karena terlalu sore.
Pintu masuk Taman Sari ini ada beberapa, jadi pastikan kalian mau kemana nya supaya jalannya tidak terlalu jauh.
Oiya, di siang hari kami mencoba makan di Kampung Arab, itu namanya ya.
Tapi menurut Hon, B aja sih. Yaiyalah B aja! Ini kan bukan al jazeerah.Kesyel haha
Setelah jalan-jalan dan istirahat, kami menahan lapar sampai jam 11! haha Karena hon mau membeli makanan favoritnya yang baru buka jam 11 malam. Pffft Apalagi kalau bukan Gudeg. Gudeg Pawon namanya. Udah tau ya? Kalau di post-an sebelumnya aku bahas Gudeg Bromo, sekarang Gudeg Pawon. Sampai disana antrinya udah panjang, jualan paling lama juga cuman 2.5 jam. Heran.
Mereka jualannya pun juga di dapur rumah mereka. Bisa dilihat kan alat masaknya pun masih memakai alat-alat jaman dulu. But, I know ini yang membuat lebih enak. Akhirnya makan juga jam 12 malam haha Ini lah yang membuat badan melebar. Aku nanya sama Hon, Apa sih yang bedain ini hon sama gudeg lainnya? Pawonnya, sayang... Dan aku membisu.............
Oiya aku menemukan makanan baru di Yogya, Ayam goreng tapi selalu rame dan penuh, Tapi aku lupa foto atau fotonya hilang. Tapi lokasinya persis di sebrang Empire XXI Yogya.
Setelah lama tidak menulis blog tapi sudah jalan-jalan terus dan banyak hal yang baru dan menarik, kerjaan sekarang karena sudah resign, ya ngopi sambil nge blog. Hehe
Selanjutnya bahas apa ya?
Enjoy Yogyakarta!
Love, us
Additional Info :
Warung Klangenan
Jl. Patangpuluhan No.28, Patangpuluhan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55251
Kampung Arab
Jl. Palagan Tentara Pelajar No.65B, Sariharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581
Gudeg Pawon
Jl. Janturan UH/IV No. 36, Warungboto, Umbulharjo, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55164










0 komentar:
Posting Komentar